Kamis, 04 November 2010

Furniture rotan

Sampai saat ini, tak ada yang mampu menggoyahkan kualitas kayu jati sebagai furniture yang kokoh, dan berkelas. Ada rupa ada harga. Hal itulah yang terjadi pada furniture berbahan dasar kayu jati. Namun, harganya yang mahal sering kali membuat kita harus berpikir ulang untuk menjadikannya sebagai elemen interior di rumah.

Untungnya, kini ada banyak jenis kayu lain yang bisa dijadikan alternatif. Masih ada kamper, jati Belanda (kayu bekas peti kemas), atau bahkan MDF (medium density fiberboard), plywood dan particle board.

Bagi Anda yang tinggal di daerah banjir, keinginan menjadikan jenis kayu macam MDF, plywood atau particle board sebagai ornamen mebel di rumah sebaiknya dilupakan saja karena jenis seperti itu tidak tahan akan hantaman air banjir. Lazimnya jenis kayu ini bila terkena hantaman banjir akan mengembang dan kemudian rusak tak berbentuk.

Namun jangan kecewa karena Anda masih bisa memanfaatkan rotan sebagai elemen  furnitureahlinyarotan.com yang cantik dan menarik. Desainnya pun tak kalah bersaing dengan desain   furniture dari kayu jati. Bahkan ada beberapa hotel dan restoran ternama yang menggunakan rotan sebagai elemen interior.

Sekitar 20-30 tahun yang lalu, produksi rotan terlihat dominan pada pembuatan kursi malas. Alasannya lebih karena rotan cenderung lentur, sehingga desain  rotan terasa sangat cocok digunakan sebagai kursi malas.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, produksi rotan mulai berkembang ke jenis-jernis yang lainnya, antara lain kursi tamu, kursi dan meja makan, kursi teras, bahkan kini sudah banyak partisi cantik yang terbuat dari rotan dengan warna-warna yang cantik. Tidak sedikit pula yang mengkombinasikan designahlinyarotan.com rotan dengan enceng gondok, sehingga tampilan designahinyarotan.com furniture rotan tidak monoton.

Supaya lebih empuk dan nyaman, banyak juga yang menambahkan bantalan pada kursi tamu atau kursi makan dari busa yang terbungkus bahan blacu berwarna broken white atau kain sutera ATBM yang berwarna-warni. Hasilnya tentu lebih unik dan etnik.

www.kompas.com

Hati-hati rotan palsu

Furnitur rotan sintetis banyak diminati di luar negeri. Sosoknya aduhai. Tapi hati-hati, tak sedikit rotan sintetis yang menggunakan bahan berbahaya.
Saat berburu perabot rumah, mungkin Anda pernah menemui furnitur mirip anyaman rotan. Ya itulah furnitur dari rotan sintetis. Menurut Ir. Petrus Darwis, arsitek, desainer furnitur, sekaligus pemilik showroom furnitur Puri Artha, rotan sintetis banyak dipilih karena lebih rapi daripada anyaman rotan asli.
“Rotan sintetis dibuat sesuai ukuran furnitur, jadi tidak ada sambungan antar rotan. Sambungan inilah yang sering membuat tampilan furnitur rotan kurang rapi,” ujar Petrus.
Furnitur rotan sintetis juga memiliki bobot yang ringan, jadi lebih mudah dipindah-pindahkan. Mudah pula dibersihkan. Untuk menghilangkan debu yang menempel, cukup dilap dengan kain lembap. Satu lagi kelebihannya, pastinya tidak akan mendatangkan rayap.
Sekian kelebihan ini, ditambah dengan harga yang relatif terjangkau, desain menarik, membuat banyak orang tergiur memilikinya. tapi jangan sembarangan beli. Bisa-bisa Anda mendapatkan produk berkualitas rendah. Lebih parah lagi, mendapat produk dengan bahan beracun. Tidak mau, kan?
Petrus menjelaskan, bahwa ada dua bahan plastik yang banyak digunakan untuk membuat rotan sintetis, Polyethilene dan Polyvinyl Chloride (PVC). Keduanya adalah bahan plastik, bedanya polyethilene lebih aman daripada PVC. Bahan kedua ini akan mengeluarkan zat beracun melalui asap, saat terbakar.
Sayangnya, agak sulit membedakan mana rotan sintetsi yang terbuat dari PVC, dan mana yang bukan. Satu-satunya cara, ujar Petrus, adalah bertanya pada produsen. Agar tak tertipu, sebaiknya beli furnitur rotan sintetis pada produsen yang sudah memiliki reputasi baik. Bisa juga dengan membandingkan harganya. Furnitur rotan sintetis yang terbuat dari PVC biasanya dijual dengan harga lebih murah, daripada yang terbuat dari polyethilene.
Selain memilih bahan, perhatikan juga kualitas pengerjaan furnitur. Petrus membagi tips sederhana memilih furnitur rotan sintetis, yaitu dengan melihat bagian bawah furnitur. Kalau bagian bawah furnitur tidak rapi, apalagi penuh dengan stepler.
“Sambungan rotan sintetis yang baik, harus diikat satu persatu, bukan menggunakan stepler,” kata Petrus.
Jadi, jangan sampai tertipu ya!
Source: ideaonline.co.id